|
Tahap Kreatifitas: bermain-main
dengan Aljabar
"Being creative is seeing the
same things as everybody else but thinking of something
different"
Kreatifitas didefinisikan sebagai
proses mental yang melibatkan penciptaan suatu konsep dan
ide-ide yang baru, atau melihat hubungan yang baru antara
berbagai konsep dan ide-ide yang telah ada.. Dari sudut pandang
ilmu pengetahuan, hasil dari pikiran yang kreatif dapat diukur
dari Keasliannya (originality) dan Kelayakannya (appropriateness).
Robert Epstein, Ph.D, seorang
psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki
kemampuan kreatifitas. Dengan demikian tidak ada alasan kita
mengatakan "Saya bukan orang yang kreatif", yang ada hanyalah
belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilikinya. Semakin
sering kita mengikuti pelatihan yang mengasah kreatifitas,
semakin baik potensi kreatifitas yang dimiliki. Kreatifitas bisa
terjadi karena kita mencoba sesuatu dengan sengaja. Dari sengaja
kita mampu untuk mengerjakannya dan akhirnya terbiasa. Jadi
kreatifitas dapat muncul karena kita terbiasa untuk berkreasi.
Secara singkat, kita dapat
menyebutkan keuntungan yang diperoleh Menjadi Orang yang Kreatif
, yaitu:
1. Dapat mengembangkan potensi
kita diluar batasan inteligensi
2. Menemukan cara yang baru dan
lebih baik untuk memecahkan masalah
3. Dapat meningkatkan pengetahuan
dan Meningkatkan proses belajar
Dalam artikel ini, pengertian
kreatifitas difokuskan pada bidang Matematika, yaitu dalam
kemampuan memecahkan masalah-masalah matematika. Untuk
memecahkan masalah matematika terdapat banyak cara, oleh karena
itu dibutuhkan kreatifitas disini baik untuk membuat pemecahan
yang baru, maupun untuk melihat hubungan dengan
pemecahan-pemecahan yang telah ada.sebelumnya. Secara umum
langkah untuk memecahkan masalah adalah Memahami masalah
yang dihadapi secara jelas, Menganalisa penyebab dari
masalah tersebut, Merencanakan alternatif-alternatif
penyelesaiannya, menggali setiap alternatif yang ada dan
terakhir adalah Mengevaluasi apakah masalah telah
terpecahkan atau belum.
Dalam tahap awal pengajaran
Matematika, biasanya akan difokuskan pada Aritmatika Dasar
sampai anak menguasai perhitungan mental dengan baik sehingga
telah tumbuh kepercayaan diri akan kemampuan menghitungnya, yang
dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya anak dapat melangkah ke tahap berikutnya yaitu
tahap kreatifitas, yang terutama adalah mengajarkan Aljabar
Elementer. Dalam aljabar digunakan simbol (biasanya berupa huruf)
untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana
penyederhanaan dan alat bantu memecahkan masalah. Dengan
menggunakan aljabar, Anda dapat menyelidiki pola aturan aturan
bilangan umumnya.
Dalam tahap kreatifitas ini,
mula-mula anak diajarkan untuk menurunkan setiap formula yang
telah mereka pakai dalam tahap sebelumnya. Dan kemudian
diajarkan bagaimana untuk memodifikasi formula-formula tersebut
untuk mempercepat dan mempermudah perhitungan. Selanjutnya
mereka diperkenalkan dengan teka-teki (puzzle) matematika yang
umumnya berupa soal-soal cerita untuk mengasah kreatifitas
mereka dalam memecahkan permasalahan.
Dalam memecahkan masalah
matematika ini, ada beberapa pendekatan yang telah
diidentifikasikan, misalnya Analogi, Induksi, Variasi Masalah,
Melihat Masalah yang Berkaitan, Spesialisasi, Dekomposisi
Masalah, Menggunakan Langkah Terbalik, Membuat Gambar, dan
Menambahkan Elemen Bantuan.Untuk membangun kreatifitas pada
seorang anak, pendekatan-pendekatan ini dapat diperkenalkan
sejak awal untuk membantu mereka memecahkan soal-soal matematika
yang dihadapi agar selanjutnya mereka dapat memecahkan masalah
tersebut secara mandiri
Sebagai contoh sederhana, adalah
mencari pola dari bilangan pangkat. Setelah anak terbiasa dengan
menghitung pangkat dua atau pangkat tiga. Mereka secara spontan
akan bertanya mengenai formula-formula yang lebih tinggi.
Padahal untuk pangkat yang tinggi, polanya hampir sama saja, dan
secara umum membentuk semacam Binomial Newton. Penurunan
pola-pola horisontal inilah yang dapat diajarkan untuk melatih
kreatifitas anak.
Perhatikan pola-pola berikut ini:
ab^2 = a^2 | 2*a*b | b^2
ab^3 = a^3 | 3*a^2*b | 3*a*b^2 |
b^3
sehingga bisa memperkirakan pola
untuk pangkat empat sbb:
ab^4 = a^4 | 4*a^3*b | 6*a^2*b^2
| 4*a*b^3 | b^4
Jika diperhatikan pola untuk
Konstantanya akan membentuk Pola Segitiga Pascal, sbb:
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
BACK |