|
Koran Berani
· Rabu, 20 Desember
2006
Tokoh :
Stephanus
Ivan Goenawan
Penemu
Metode
Horisontal Matematika
Bosan dengan metode matematika yang diajarkan oleh
gurunya. Dari situlah Stephanus Ivan Goenawan (32) memulai
usahanya menemukan cara baru dalam pelajaran matematika. Sejak
SMP, ia mencari sendiri metode yang lebih cepat dan praktis.
Usahanya membuahkan hasil berupa Metode
Horisontal (disingkat jadi Metris).
Kini bersama rekannya, Alexander Agung, ia telah menyusun sebuah
sistem (modul) untuk belajar Metris. Dengan demikian, guru lain
bisa mempelajarinya juga.
Metris itu apa?
Metris pada dasarnya proses perhitungan aritmatika dasar seperti
perkalian atau penjumlahan. Namun cara penghitungannya
dilakukan secara mendatar, dari kiri ke kanan dengan Notasi
Pagar. Bukan ke bawah seperti yang selama ini diajarkan di
sekolah.
Apa istimewanya Metris?
Dengan metode ini, soal
perkalian, penjumlahan atau pembagian dapat dilakukan dengan
lebih cepat, berapapun jumlah digitnya. Metris mampu mempuat
pola-pola dalam operasi hitung itu.
Lama tidak untuk
mempelajari Metris?
Sampai saat ini, Bapak baru memberikan pelatihan kepada
guru-guru atau orangtua. Bapak berharap mereka bisa menularkan
langsung kepada siswa atau anaknya. Tapi rencananya Metris ini
akan dibuat bukunya.
Liputan:
eno
Koran
Berani
·
Rabu, 3 Januari 2007
Tokoh :
Alexander
Agung
Mengajar
Matematika
harus Menarik
Kamu masih
ingat dengan Metris (Metode Horisontal). Inilah metode
perhitungan matematika dengan cara mendatar (baca BERANI 20/12).
Alexander Agung (28) adalah orang yang ikut mengembangkan Metris
bersama Ivan Goenawan. Lulusan Matematika dari ITB ini, sempat
mendapat beasiswa S2 di Jerman. Kini ia menjadi pengajar di
sebuah perguruan tinggi di Jakarta Selatan.
Apakah Metris untuk perhitungan matematika
kuadrat saja?
Oh, tidak.
Metris juga bisa untuk soal penjumlahan dan pembagian. Di
Metris, pelajaran matematika disampaikan dengan sebuah
permainan. Misalnya Puzzle Sigmetris.
Bagaimana cara bermainnya?
Kita mencari
bilangan yang tepat dalam kotak-kotak di puzzle. Misalnya, di
puzzle ada 9 kotak, 3 kotak telah terisi masing-masing satu
bilangan. Nah kita harus mengisi kotak yang masih kosong dengan
satu bilangan. Bilangan yang diisi diambil dari bilangan satu
sampai dengan sembilan.
Pelajaran Matematika jadi mengasyikkan ya, Pak?
Sebaiknya
matematika memang harus diajarkan secara menarik. Jadi
murid-muridnya senang, kalau sudah senang pasti tertarik untuk
mendalami Matematika. Ini Bapak alami dulu.
Bagaimana ceritanya?
Waktu di SD
Maria Purworejo, Jateng, guru matematika suka memberi hadiah
untuk murid yang bisa menjawab pertanyaan. Mulanya bapak giat
belajar matematika, biar dapat hadiah. Tapi lama-lama bapak jadi
jatuh cinta dengan matematika.
Jadi, guru matematika harus bagaimana?
Guru harus
bisa memotivasi siswa untuk belajar matematika. Selain itu,
pelajaran di kelas bisa dilakukan dengan cara active learning,
maksudnya murid harus aktif belajar di kelasnya.
Liputan:
eno
BACK |