|
Cara Mengajar
Operasi PENAMBAHAN
Penambahan
adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh
anak-anak. Para orang tua mungkin ingin memahami bagaimana caranya
mengajarkan ketrampilan penambahan ini secara benar kepada
anak-anak mereka. Ada beberapa tahap untuk mengajarkan anak-anak
mengenai konsep penambahan ini. Tahap-tahap ini bergantung pada
kemampuan (bukan pada umur) anak tersebut secara unik sehingga
tidak dapat dipaksakan dalam proses pengajarannya.
Dalam artikel
ini diasumsikan bahwa anak telah melewati Masa Pengenalan
Angka yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Pengenalan
konsep perbandingan (lebih banyak, sama dengan, lebih sedikit),
dan bagaimana membilang benda satu per satu.
2. Penulisan
Angka Arab dan konsep urutan bilangan (ke satu, ke dua dst).
Setelah melalui
tahap pengenalan ini diharapkan telah tumbuh perasaan mengenai
proses kuantitatif dalam diri seorang anak. Untuk memudahkan, cara
pengajaran operasi penambahan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu
tahap pengenalan penambahan, tahap penambahan tradisional, tahap
penambahan mental. Yang nantinya akan dibahas secara terinci satu
demi satu.
1. Tahap
Pengenalan Penambahan
Dalam tahap ini,
diperkenalkan konsep Jumlah dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
dengan menjumlahkan suatu kumpulan benda dengan kumpulan benda
yang lain. Misalnya selama membeli barang di supermarket seorang
anak diajarkan menghitung jumlah barang yang telah diambil atau
juga jumlah uang yang harus dibayarkan. Seorang anak juga dapat
diajarkan konsep ini ketika mereka bertemu dengan teman-temannya,
mereka diminta menghitung jumlah teman bermainnya atau jumlah
mainan temannya dibandingkan dengan yang ia punyai. Selanjutnya
kita mulai mengunakan benda-benda yang lebih abstrak seperti
kelereng, kancing dan dadu untuk mengenalkan konsep jumlah ini.
Cara paling
efektif untuk mengenalkan Angka Desimal adalah dengan menggunakan
ilustrasi jari tangan kita. Sebenarnya itulah alasan sederhana
mengapa kita menggunakan bilangan basis sepuluh, karena jumlah
jari tangan kita adalah sepuluh buah. Sehingga akan mudah
mengajarkan konsep Desimal bila kita kembali menggunakan
pendekatan ini kepada anak-anak. Pendekatan ini diiringi dengan
penggunaan KATA-KATA untuk menjelaskan konsep penambahan tersebut.
2. Tahap
Penambahan Tradisional
Tahap ini tentunya dimulai dengan penulisan Angka dan Simbol
operator penambahan (+). Pada tahap ini, anak-anak sudah harus
dapat mengabstraksi konsep bilangan ke dalam sebuah Notasi desimal
tertulis. Urutan pengajarannya, berdasarkan tingkat kesulitan yang
harus dikerjakan oleh anak yaitu berdasarkan jumlah digit bilangan
yang terlibat, misalnya satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya.
Pada setiap digit bilangan ini dilakukan latihan yang
berulang-ulang agar siswa dapat menguasai dengan mahir. Baru
kemudian berpindah ke digit bilangan yang lebih banyak.
a. Cara
Mengajarkan Penambahan Satuan (sebagai contoh 2 + 4)
Pada
level ini merupakan masa transisi, dari bentuk pengajaran verbal
pada tahap pengenalan ke bentuk pengajaran tertulis. Jadi pada
waktu membantu mengajarkannya tetap perlu diilustrasikan prosesnya
dengan menggunakan jari tangan kita.
Prosesnya
sebagai berikut: 2 (‘DUA’ dengan dua jari tangan diacungkan) + (‘ditambah’)
6 (‘ENAM’ dengan menambahkan satu persatu jari dari satu s.d enam)
= (‘sama dengan’) (delapan jari tangan diacungkan) yang kemudian
dituliskan sebagai 8 (‘DELAPAN’)
Cara ini
diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada
b. Cara
Mengajarkan Penambahan Belasan ( sebagai contoh 6 + 7)
Pada
tahap ini sudah muncul konsep abstrak tentang asosiasi posisi ‘puluhan’,
ilustrasinya dapat dengan menuliskan Angka 1 (satu) pada kertas
setelah kesepuluh jari kita teracung.
Prosesnya
sebagai berikut: 6 (‘ENAM’ dengan enam jari tangan diacungkan) +
(‘ditambah’) 7 (‘TUJUH’ dengan satu persatu jari dari satu s.d
tujuh ditambahkan. Pada penambahan ke tiga kesepuluh jari telah
teracung maka kita menuliskan Angka 1 ‘SATU’ pada kertas, dan
kemudian melanjutkan membilang lagi sampai selesai) = (‘sama
dengan’) (tiga jari tangan diacungkan dan Angka 1 ‘SATU’ pada
kertas) yang kemudian dituliskan sebagai 13 (‘TIGABELAS’)
Cara ini
kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada
c. Cara
Mengajarkan Penambahan Puluhan ( sebagai contoh 40 + 50)
Di
sini kita mulai menggunakan cara penulisan Angka-angka bersusun
dan mulai meninggalkan ilustrasi dengan jari tangan kita. Untuk
mengajarkannya dimulai dengan angka puluhan murni.
Letakkan satu
bilangan (40) di atas bilangan yang lainnya (50) sedemikian
sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis
lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua.
40
50
Tambahkan kedua
digit satuannya. (0 + 0 = 0). Letakkan hasilnya (0) pada bawah
garis horisontal dengan letak yang sesuai.
40
50
0
Tambahkan kedua
digit puluhannya (4 + 5 = 9) Letakkan hasilnya (9) pada bawah
garis horisontal dengan letak yang sesuai.
40
50
90
Cara ini
kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada
c. Cara
Mengajarkan Penambahan Puluhan ( sebagai contoh 45 + 53)
Letakkan satu
bilangan (45) di atas bilangan yang lainnya (53) sedemikian
sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis
lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua.
45
53
Tambahkan kedua
digit satuannya. (5 + 3 = 8). Letakkan hasilnya (0) pada bawah
garis horisontal dengan letak yang sesuai.
45
53
8
Tambahkan kedua
digit puluhannya (4 + 5 = 9) Letakkan hasilnya (9) pada bawah
garis horisontal dengan letak yang sesuai
45
53
98
Cara ini
kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada
d. Cara
Mengajarkan Penambahan Puluhan ( sebagai contoh 45 + 67) dengan
‘carry digit’
Letakkan satu
bilangan (45) di atas bilangan yang lainnya (67) sedemikian
sehingga baik puluhan maupun satuannya berada dalam satu garis
lurus. Dan tarik garis horisontal dibawah bilangan kedua.
45
67
Tambahkan kedua
digit satuannya. (5 + 7 = 12). Jumlah ini adalah dua digit
bilangan maka letakkan Angka 1 (‘SATU’) diatas kolom puluhan dan
letakkan Angka 2 (‘DUA’) pada bawah garis horisontal dengan letak
yang sesuai.
1
45
67
2
Tambahkan
bilangan pada digit puluhannya (1 + 4 + 6 = 11) Letakkan hasilnya
(11) pada bawah garis horisontal dengan letak yang sesuai
1
45
67
112
Cara ini
kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada.
Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi
misalnya ratusan, ribuan dan seterusnya.
3. Tahap
Penambahan Mental
Perhitungan
Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak
manusia, tanpa dengan bantuan peralatan yang lain. Dalam
penelitian didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan mental ini
dapat meningkatkan kepercayaan diri, kecepatan merespon, ingatan
dan daya konsentrasi pada para praktisinya.
Kunci utama
dalam Penambahan secara mental adalah Ingatan (memori)
dalam menjumlahkan dari 0 (nol) s.d 9 (sembilan) yang sudah diluar
kepala. Serta Visualisasi (visualization) dari proses
manipulasi operasi penambahan. Berdasarkan cara memvisualisasinya,
Penambahan Mental dapat dibagi dalam dua kategori:
A.
Visualisasi Langsung (Direct Visualization)
Di
sini konsep Metode Horisontal mulai berperan secara dominan.
Pengenalan Konsep Asosiasi Posisi dengan menggunakan Notasi
Pagar adalah esensial untuk menggunakan visualisasi secara
langsung ini. Kata ‘langsung’ di sini artinya adalah kita langsung
bermain dengan konsep abstrak dari Angka tanpa menggunakan
peralatan bantuan.
Mula-mula siswa
diajarkan menghitung pertambahan dengan metode horisontal dengan
Notasi Pagarnya secara tertulis, selanjutnya mereka dilatih untuk
membayangkan (memvisualisasi) proses manipulasi yang telah
dilakukannya.
Contoh:
a. Cara
mengajarkan Penambahan Mental Puluhan (sebagai contoh 84+35)
Mula-mula
diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang
terlibat sehingga didapat 84 = 8 | 4 dan 35 = 3 | 5. Selanjutnya
didapat
(8 | 4) + (3 |
5) = (8 +3) | (4+5).
Di sini Ingatan
harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai
berikut :
(8 +3) | (4+5) =
11 | 9 sehingga didapatkan hasil 119
Jadi disini
terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:
Pertama
menambahkan digit satuan (4 + 5 = 9).
Selanjutnya
menambahkan digit puluhan (8 + 3 = 11).
Sehingga
jawabannya adalah 119
KETERANGAN:
Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal
yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari
Kanan ke Kiri
b. Cara
mengajarkan Penambahan Mental Puluhan (sebagai contoh 94+67)
dengan ‘carry digit’
Mula-mula
diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada setiap bilangan yang
terlibat sehingga didapat 94 = 9 | 4 dan 67 = 6 | 7. Selanjutnya
didapat
(9 | 4) + (6 |
7) = (9 +6) | (4+7).
Di sini Ingatan
harus bertindak dengan menghitung setiap kolom dalam pagar sebagai
berikut :
(9 +6) | (4+7) =
15 | 11
Karena Kolom
disebelah KANAN Notasi Pagar harus berisi SATU digit bilangan maka
sisa digit yaitu Angka 1 harus digeser ke kiri, sehingga:
15 | 11 = 15+1 |
1 = 16 | 1
sehingga
didapatkan hasil 161
Jadi disini
terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:
Pertama
menambahkan digit satuan (4 + 7 = 11).
Selanjutnya
menambahkan digit puluhan (9 + 6 = 15).
Menggeser Angka
Puluhan yaitu 1 dari Digit satuan (11 - 10 = 1) dan ditambahkan ke
Digit Puluhan 15 + 1 = 16)
Sehingga
jawabannya adalah 161
KETERANGAN:
Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal
yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari
Kanan ke Kiri dengan memperhatikan Jumlah Digit di sebelah
KANAN Notasi Pagar.
Cara ini
kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai
dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas. Kemudian
kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya
ratusan, ribuan dan seterusnya.
B. Visualisasi
Objek (Visualization with Object)
Biasanya objek
yang digunakan disini adalah sempoa (abacus). Disini sempoa
digunakan untuk membantu proses visualisasinya, terutama digunakan
bagi mereka yang belum mengetahui konsep Asosiasi Posisi dan bagi
mereka yang kesulitan untuk memvisualisasikan sesuatu yang abstrak
seperti Angka Desimal. Dalam kenyataannya cara Visualisasi dengan
menggunakan objek sempoa ini hanya sesuai untuk diajarkan pada
anak-anak saja. Dan kurang sesuai untuk diajarkan pada remaja atau
orang dewasa karena umumnya remaja dan orang dewasa sudah
mempunyai konsep bilangan dan operasinya yang mapan dalam benaknya
sehingga merasa kesulitan/bosan harus belajar lagi menghitung
bilangan dari awal dengan menggunakan sempoa.
(Untuk
mempelajari secara lengkap Metode Sempoa dapat dilihat pada
http://groups.yahoo.com/group/metode_horisontal/files/takashikojima1.pdf
)
Contoh:
a. Cara
mengajarkan Penambahan Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai
contoh 84+35)
Disini terdapat
tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:
1. Tentukan
batang satuan pada sempoa, misalkan batang H. Kemudian tentukan
bilangan 84 pada batang GH
2. Tambahkan 3
pada batang puluhan G. Caranya dengan menggunakan bilangan
komplementer 3 = 10-7, jadi tambahkan 1 pada batang ratusan F dan
kurangkan 7 pada batang puluhan G hasilnya 8-7 = 1
3. Tambahkan 5
pada batang satuan H. Hasilnya 4+5 = 9
4. Sehingga
didapat jawaban 119
KETERANGAN:
Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal
yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari
Kiri ke Kanan
b. Cara
mengajarkan Penambahan Mental Puluhan dengan Sempoa (sebagai
contoh 94+67) dengan ‘carry digit’
Disini terdapat
tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:
1. Tentukan
batang satuan pada sempoa, misalkan batang H. Kemudian tentukan
bilangan 94 pada batang GH
2. Tambahkan 6
pada batang puluhan G. Caranya dengan menggunakan bilangan
komplementer 6 = 10-4, jadi tambahkan 1 pada batang ratusan F dan
kurangkan 4 pada batang puluhan G hasilnya 9-4 = 5
3. Tambahkan 7
pada batang satuan H. Caranya dengan menggunakan bilangan
komplementer 7 = 10-3, jadi tambahkan 1 pada batang puluhan G
menjadi 5+1=6 dan kurangkan 3 pada batang satuan H hasilnya 4-3 =
1
4. Sehingga
didapat jawaban 161
KETERANGAN:
Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal
yang ada yaitu jumlahkan semua digit yang sesuai mulai dari
Kiri ke Kanan. Metode sempoa menggunakan konsep bilangan
komplementer jika terjadi penambahan yang hasilnya lebih dari 9 (sembilan).
BACK |