|
Bagaimana
Melakukan Visualisasi yang Benar?
Perhitungan
Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak
manusia, tanpa dengan bantuan peralatan yang lain. Kunci utama
dalam pehitungan mental ini adalah Visualisasi
(visualization) dari proses manipulasi operasi perhitungan.
Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana cara
melakukan visualisasi ini secara benar, sehingga hasil yang
diinginkan dapat tercapai?. Banyak lembaga mental aritmatika tidak
mengajarkan hal ini secara benar kepada siswanya, sehingga apa
yang dicapai hanya bersandarkan pada tingkat ketekunan siswanya
sendiri. Untuk menjelaskan hal ini secara lengkap akan dimulai
dengan uraian latar belakang dari visualisasi ini sebagai suatu
bentuk meditasi konsentrasi.
A. Meditasi
Konsentrasi
Kata 'meditasi'
[meditation] didefinisikan sebagai "praktek berpikir secara
mendalam dalam keheningan, terutama untuk alasan keagamaan atau untuk
membuat batin tenang." (Oxford Advanced Learner's Dictionary).
Dalam kamus yang bersifat umum ini, 'meditasi' dianggap sebagai
proses 'berpikir'. Ini hampir sama dengan 'kontemplasi' yang
didefinisikan secara persis sama. Pada dasarnya, 'meditasi' adalah
"pemusatan perhatian pada suatu obyek batin secara
terus-menerus." Memang ada obyek-obyek meditasi tertentu yang
berupa pikiran atau ide/konsep, sehingga terjadi tumpang tindih
dan tidak dapat dibedakan secara tegas antara 'meditasi' dan 'kontemplasi'.
Salah satu
bentuk dari meditasi yang umum adalah Meditasi Konsentrasi. Dalam
Meditasi Konsentrasi ini, perhatian pemeditasi dipusatkan pada
satu obyek meditasi, dengan tujuan (spiritual) untuk
memperoleh ketenangan di dalam tingkat-tingkat kesadaran yang
lebih tinggi [altered states of consciousness]. Di sini,
pemeditasi memusatkan batinnya pada suatu hal, seperti doa, suatu
kotak, suatu mantra, suatu nyala lilin, suatu gambar religius atau
apa pun, dan menyingkirkan semua pikiran dan persepsi yang lain
dari kesadarannya. Apabila yang dipakai sebagai objek konsentrasi
tersebut adalah suatu gambaran visual, maka meditasi
konsentrasi ini disebut sebagai proses visualisasi. Cara
ini banyak digunakan dalam Budhisme Tibet.
Dalam
penerapannya untuk hal-hal praktis, visualisasi ini dapat
digunakan untuk memotivasi diri sendiri, untuk membantu menguasai
suatu skill tertentu, atau untuk merencanakan sesuatu hal
secara menyeluruh. Dalam artikel ini, proses visualisasi digunakan
agar kita dapat menguasai perhitungan mental dengan cepat dan
benar.
B. Visualisasi
Proses
Visualisasi untuk perhitungan mental ini dimulai dengan siswa
mengerjakan perhitungan soal tertentu secara tertulis dengan
menggunakan Metode Horisontal. Perhitungan dilakukan sampai
diperoleh hasil yang benar, kemudian soal-soal yang diberikan
harus diingat-ingat oleh siswa. Bila perhitungan secara tertulis
ini telah dilakukan dengan sempurna, maka siswa telah siap
melakukan proses visualisasi.
Untuk melakukan
proses Visualisasi secara benar untuk menguasai perhitungan
mental, ikutilah enam langkah berikut :
1. Pilihlah
lingkungan agar dapat duduk yang nyaman dan tenang. Kemudian
duduklah dengan santai tetapi di sini perlu ditekankan disini
bahwa sebaiknya posisi punggung kita sebaiknya tetap tegak.
2. Lemaskan
semua otot-otot kita, usahakan agar diri kita dalam kondisi santai
sepenuhnya. Hal ini sangat penting dalam visualisasi untuk
mendapatkan hasil yang positif. Tutup mata anda sejenak, kemudian
bernafaslah perlahan-lahan dan secara mendalam untuk mecapai
keadaan batin yang tenang. Setelah melakukan hal ini, seharusnya
batin kita telah menjadi hening dan tenang.
3. Sekarang,
secara mental anda memvisualisasi proses perhitungan mental yang
sebelumnya telah dikerjakan secara tertulis. Usahakan untuk
melakukan proses perhitungan secara perlahan-lahan dan secara
mendetail dengan cara memvisualisasi proses perhitungan Metode
Horisantal tersebut.
4. Gunakan semua
indera kita untuk ‘mewarnai’ semua proses visualisasi kita.
Gunakan indera sentuhan untuk merasakan bagaimana kita mengerjakan
perhitungan dengan pensil, gunakan mata kita untuk melihat
bilangan-bilangan yang dihitung beserta Notasi Pagar yang
membatasinya, gunakan pendengaran kita bagaimana bunyi denting
pensil setiap kita melakukan perhitungan dan seterusnya. Semua ini
digunakan untuk memperkuat gambaran mental yang kita buat mengenai
proses perhitungan metode horisontal.
5. Lakukan
afirmasi setiap anda melakukan proses perhitungan secara benar
dengan cara berkata pada diri anda sendiri bahwa anda seorang yang
ahli menhitung. Katakan kepada diri anda sendiri, “ Saya ahli
menghitung” secara berulang-ulang.
6. Lakukan hal
ini setiap hari. Lakukan perhitungan mental untuk proses
perhitungan yang berurutan setiap kita mempunyai waktu luang.
Misalnya 1+2 = 3, 2+3 =5, 3+5 = 8, 4+8 = 12, 5+12 = 17 dan
seterusnya. Perhitungan secara berurutan ini tentunya dilakukan
sesuai dengan banyaknya digit bilangan yang telah anda kuasai,
kuncinya adalah kuasai dulu setiap level baru berpindah ke dalam
level untuk menghitung digit bilangan yang lebih banyak Terakhir
adalah tentukanlah waktu dan tempat yang tetap untuk melakukan hal
ini setiap hari kurang lebih selama lima menit.
Proses
visualisasi ini yang kita lakukan ini harus dikerjakan secara
benar agar menghasilkan sesuatu secara efektif. Bila dilakukan
secara serampangan, visualisasi ini dapat menjadi suatu proses
yang hanya menghabiskan waktu atau malah dapat membuat anda
melakukan sesuatu perhitungan mental secara salah. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, ada tiga kunci untuk melakukan
visualisasi secara efektif, yaitu:
1. Kebenaran.
Visualisasi hanya akan meningkatkan kemampuan perhitungan anda
apabila anda telah dapat menghitung dengan proses yang BENAR. Oleh
karena itu, siswa yang akan melakukan proses visualisasi harus
sudah mampu mengerjakan soal-soal dengan metode horintal secara
SEMPURNA secara tertulis terlebih dahulu. Untuk ini memang
dibutuhkan seorang pembimbing agar proses Visualisasi ini tidak
dilakukan secara serampangan sehingga malah membuat siswa
melakukan kesalahan perhitungan secara berulang-ulang
2. Keakuratan.
Visualisasi yang dilakukan harus akurat dan mendetail untuk
menjadi efektif. Untuk itu pertama kali proses Visualisasi harus
dilakukan secara bertahap dan perlahan-lahan, tidak boleh
terburu-buru dalam melakukan hal ini. Pada mulanya, lakukan semua
proses perhitungan secara spesifik, jangan langsung menjawab
berdasarkan perkiraan semata. Baru setelah anda sudah menguasai
perhitungan mental secara mekanis, maka proses perhitungan dapat
dipotong sesuai dengan kemampuan anda. Selain itu gunakan semua
indera yang ada untuk memperkuat hasil visualisasinya, disini
dibutuhkan imajinasi untuk ‘mewarnai’ proses perhitungan mental
yang kita lakukan.
3. Terdistribusi.
Visualisasi paling efektif jika dilakukan pada waktu yang
terdistribusi secara merata. Di sini berlaku prinsip, melakukan
visualisasi selama sepuluh menit setiap hari selama seminggu
dianggap lebih efektif daripada melakukan proses visualisasi
selama satu jam nonstop.
BACK |