Home      Profil Metris      Artikel     FAQ     0pportunities
 
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

Kami merangkum pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan, dan mencoba menjawabnya. Silakan simak penjelasan berikut ini.

Q: Siapa sajakah yang bisa belajar dengan METODE HORISONTAL?
Q: Apakah tidak terlalu dini bagi anak prasekolah untuk mengikuti METODE HORISONTAL?
Q: Apakah tidak terlambat bagi siswa SLTP/SMA untuk mengikuti METODE HORISONTAL?
Q: Setelah mengikuti METODE HORISONTAL berapa lamakah akan dirasakan hasilnya?
Q: Apa keunggulan METODE HORISONTAL dibandingkan Metode SEMPOA pada umumnya?
Q: Apa yang dimaksud dengan METODE HORISONTAL menggunakan Logika Deduktif sedangkan Metode Sempoa menggunakan Logika Induktif?
Q: Apa kekurangan Logika Induktif dibandingkan Logika Deduktif dalam bidang aritmatika?
Q: Mengapa METODE HORISONTAL dikatakan SELALU dapat dikembangkan lebih lanjut?
Q: Bagaimana cara untuk memvisualisasi METODE HORISONTAL agar dapat digunakan dalam proses menghitung cepat (mencongak)?
Q: Di METODE HORISONTAL, mengapa anak harus mengulang bagian yang sama beberapa kali?
Q: Di METODE HORISONTAL, mengapa anak kadang-kadang harus membuat PR setiap minggu?
Q: Salah satu kelebihan METODE HORISONTAL adalah berpikir secara PARAREL, apakah itu?
Q:
Apakah yang dimaksud mengenai Permainan Horisontal dalam METODE HORISONTAL ?

Q: Siapa sajakah yang bisa belajar dengan METODE HORISONTAL?
A:
Siapapun bisa belajar dengan Metode Horisontal, mulai dari anak prasekolah (TK ke bawah) hingga pelajar tingkat SMA dengan segala tingkat kemampuan. Setiap peserta didik akan memulai pelajarannya dari tingkat yang tepat sesuai kemampuan masing-masing, dan selanjutnya maju secara bertahap sesuai kemampuan yang telah terbentuk. Meskipun tidak terlambat untuk memulai Metode Horisontal kapan pun juga, disarankan anak mulai belajar sedini mungkin untuk mempermudah terbentuknya kebiasaan belajar yang baik.


Q: Apakah tidak terlalu dini bagi anak prasekolah untuk mengikuti METODE HORISONTAL?
A:
Kemampuan setiap anak akan berkembang bila mereka belajar pada tingkatan yang "tepat". Pendidikan intelektual yang dimulai sejak usia prasekolah, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan anak yang sebenarnya. Bila anak prasekolah mendapatkan pelajaran yang "tepat" sesuai dengan minat dan semangat belajarnya, potensinya akan berkembang jauh di luar perkiraan kita.

Selain itu, ketika memasuki kehidupan sekolah yang sebenarnya (SD ke atas), mereka akan lebih mudah mengikuti pelajaran di sekolah. Selain karena telah memiliki kemampuan belajar yang baik, dalam diri mereka juga telah terbentuk kemampuan berkonsentrasi dan sikap belajar yang benar.

Di Metode Horisontal, pelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak, termasuk anak prasekolah. Untuk Matematika, materi pelajaran Metode Horisontal dimulai dari pengenalan bilangan dan konsep asosiasi posisi yang dapat diberikan kepada anak yang belum bisa memegang pensil sekalipun, dan pelajarannya maju secara bertahap. Penyampaian materi pengajaran pada level-level ini terutama banyak menggunakan Permainan Horisontal, sehingga anak akan menjadi suka terhadap materi yang disampaikan kepadanya.


Q: Apakah tidak terlambat bagi siswa SLTP/SMA untuk mengikuti METODE HORISONTAL?
A:
Metode Horisontal memberikan pelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing anak melalui proses penempatan yang mendalam selama tingkat PREPARATION. Selain itu, bahan pelajarannya disusun secara efektif dan sistematis. Karena itu, Metode Horisontal dapat diikuti oleh anak dengan segala usia dan segala tingkat kemampuan. Mereka akan mendapatkan hasil belajar yang baik, bila belajar secara kontinu di Metode Horisontal. Memang memulai Metode Horisontal sejak usia dini lebih baik karena umumnya "kebiasaan belajar" akan lebih mudah terbentuk. Dengan kata lain, tidak ada kata terlambat untuk memulai Metode Horisontal.


Q: Setelah mengikuti METODE HORISONTAL berapa lamakah akan dirasakan hasilnya?
A: Di Metode Horisontal, setiap anak mendapatkan materi pelajaran yang disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing yang ditentukan selama tingkat PREPARATION. Karena itu, tentu saja jangka waktu belajar di Metode Horisontal berbeda-beda, tergantung kondisi setiap anak. Umumnya, bila pelajaran mereka sudah maju 2-3 tingkat atau lebih di atas pelajaran setara tingkatan kelasnya, mereka akan merasakan bahwa dalam diri mereka terbentuk kemampuan aritmatika yang baik, yang berguna untuk meningkatkan Kepercayaan Diri mereka dalam bidang Matematika.


Q: Apa keunggulan METODE HORISONTAL dibandingkan Metode SEMPOA pada umumnya?
A: Secara umum kelebihan sistem belajar Metode Horisontal dapat dilihat dalam "Artikel perbandingan antara Metode Horisontal dan Metode Sempoa" [Di bagian Menu Artikel]. Jika diringkas maka ada dua kelebihan yaitu PERTAMA, dalam Metode Horisontal, setiap anak mendapatkan program belajar yang disesuaikan dengan pelajaran yang diterimanya di Sekolahnya masing-masing. Walaupun tujuan dari Metode Horisontal adalah agar siswa dapat mencapai Tahap Perhitungan Mental (seperti Metode Sempoa), mereka akan tetap dapat MENJELASKAN langkah-langkah yang diambilnya dalam proses perhitungan karena Metode Horisontal menggunakan Simbol Matematika seperti yang digunakan di sekolah umumnya. KEDUA Metode Horisontal selain mengajarkan tahap Perhitungan Mental, juga selanjutnya mengajarkan Tahap Kreatifitas, yaitu tahap dimana siswa dididik untuk mengenal pola keteraturan yang ada dalam bilangan sehingga mereka dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan Matematika dengan baik.


Q: Apa yang dimaksud dengan METODE HORISONTAL menggunakan Logika Deduktif sedangkan Metode Sempoa menggunakan Logika Induktif?
A: Secara umum konsep yang mendasari baik Metode Horisontal dan Metode Sempoa adalah sama yaitu KONSEP ASOSIASI POSISI. Di dalam metode Sempoa, konsep asosiasi posisi ini dipelajari secara tidak langsung dengan menggunakan media sempoa (abacus) secara berulang-ulang sehingga dapat disebut logika induktif. Dalam Metode Horisontal, konsep asosiasi posisi ini dipelajari secara langsung dengan mengenalkan konsep asosiasi posisi dengan Notasi Pagar kepada para siswanya. Metode penyampaian Notasi Pagar ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan anaknya, dapat dengan berbagai media permainan untuk anak-anak yang masih kecil atau langsung menggunakan konsep matematika untuk mereka yang sudah cukup dewasa.


Q: Apa kekurangan Logika Induktif dibandingkan Logika Deduktif dalam bidang aritmatika?
A: Kelemahan utama aritmatika yang menggunakan logika induktif bukan terletak pada kebenaran dari hasilnya atau kecepatan dalam menghitung tetapi terdapat pada PROSES nya. Dengan menggunakan logika induktif, siswa tidak akan dapat menjelaskan proses perhitungan yang ia lakukan terhadap orang lain terutama gurunya, karena jenis logika ini tidak menggunakan simbol matematika yang diformalkan. Sedangkan dalam logika deduktif, konsep yang paling penting dari aritmatika yaitu konsep asosiasi posisi telah diformalkan dalam suatu simbol matematika, yaitu sebagai notasi pagar. Kelebihan lain dari logika deduksi adalah memungkinkan dikembangkannya formula-formula baru yang konsisten dengan konsep asosiasi posisi dalam bidang aritmatika.


Q: Mengapa METODE HORISONTAL dikatakan SELALU dapat dikembangkan lebih lanjut?
A: Metode Horisontal didasarkan pada konsep matematika murni, yang bersifat deduktif sehingga siapa saja dapat mengembangkan Metode Horisontal asalkan menguasai konsep dasar dari Metode Horisontal yaitu konsep Notasi Pagar dan menguasai logika matematika dengan baik. Dalam tingkat-tingkat advance pada Metode Horisontal, para siswa diperkenalkan cara mengembangkan formula horisontal secara mandiri sebagai jalan untuk melatih kreatifitas mereka sejak dini.


Q: Bagaimana cara untuk memvisualisasi METODE HORISONTAL agar dapat digunakan dalam proses menghitung cepat (mencongak)?
A: Di dalam Metode Horisontal, konsep dasar untuk menghitung cepat telah di perkenalkan secara langsung sebagai Notasi Pagar. Sehingga proses visualisasi dalam Metode Horisontal bersifat langsung (direct visualization) yang dilakukan setelah siswa memahami benar konsep Notasi Pagar ini dan benar-benar telah hafal diluar kepala penjumlahan dan perkalian dasar. Di sini, para siswa dilatih untuk membayangkan Notasi Pagar secara tanpa tulisan. Dibandingkan dengan Metode Sempoa, dimana para siswa diminta untuk akrab terlebih dahulu dengan Sempoa, baru setelah itu dilatih untuk membayangkannya, Metode Horisontal mempunyai cara pengajaran lebih langsung ke konsep utamanya yaitu Konsep Asosiasi Tempat. Selain itu
dalam beberapa kasus, dalam Metode Horisontal digunakan pola-pola Horisontal yang dapat mempercepat proses perhitungan sehingga akan menghasilkan proses mencongak yang lebih cepat.


Q: Di METODE HORISONTAL, mengapa anak harus mengulang bagian yang sama beberapa kali?
A: Di Metode Horisontal, seringkali anak harus mengulang bagian yang sama, meskipun dapat memperoleh nilai sempurna dalam sekali pengerjaan. Untuk memperoleh nilai sempurna ini, ada anak yang memerlukan waktu yang lama, ada yang sedang-sedang saja, dan ada pula yang dapat menyelesaikannya dalam waktu yang singkat. Perbedaan ini akan muncul saat pelajaran anak maju ke level yang lebih tinggi. Bila anak dapat menyelesaikan soal-soal tetapi memerlukan waktu yang lama, maka kemungkinan besar ia akan menemui kesulitan di level-level selanjutnya.
Di Metode Horisontal, anak diharapkan selalu berada pada kondisi di mana ia dapat mengerjakan pelajarannya dengan lancar dan tidak terbebani. Pengulangan diberikan sebagai Proses Mekanisasi, untuk membentuk kemampuan agar anak tidak menemui kesulitan pada level selanjutnya.


Q: Di METODE HORISONTAL, mengapa anak kadang-kadang harus membuat PR setiap minggu?
A: Dalam Metode Horisontal, PR berfungsi melatih anak menguasai pelajaran-pelajaran yang diterimanya sehingga kemampuannya terbentuk dengan baik. Selain itu, PR juga melatih daya konsentrasi serta membentuk sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Sebenarnya tidak semua anak diharuskan untuk mengerjakan PR, hanya mereka yang benar-benar dinilai memerlukan harus mengerjakannya untuk mencapai taraf penguasaan ilmu yang telah ditetapkan.

Dengan mengerjakan PR, anak akan dapat mengingat kembali materi pelajaran yang yang telah diterimanya, sehingga kemampuannya dapat terbentuk dengan baik. Bila tidak, anak cenderung lupa dengan materi sebelumnya, dan untuk mengingatnya kembali diperlukan usaha yang tidak kecil. Ini membuat anak terbeban dan tidak bersemangat belajar. Jadi, PR yang dikerjakan sedikit demi sedikit merupakan bagian dari proses Mekanisasi untuk membentuk kemampuan aritmatika yang luar biasa
 


Q: Salah satu kelebihan METODE HORISONTAL adalah berpikir secara PARAREL, apakah itu?
A: Arti Berpikir Pararel adalah cara memproses informasi secara bersama-sama dalam SATU WAKTU. Berpikir secara Pararel dapat dilakukan dalam Metode Horisontal karena di dalam Metode Horisontal penyelesaian suatu masalah dapat dipisahkan menjadi beberapa sub-masalah yang lebih sederhana sehingga masalah tersebut dapat dikerjakan secara bersama-sama. Kelebihan ini jelas merevolusi cara perhitungan tradisional yang selalu bersandar pada cara Berpikir Serial yaitu cara memproses informasi satu demi satu secara berurutan. Berpikir Pararel dalam Metode Horisontal didemontrasikan secara menarik dalam bentuk PERMAINAN HORISONTAL.


Q: Apakah yang dimaksud mengenai Permainan Horisontal dalam METODE HORISONTAL ?
A: Permainan Horisontal adalah permainan yang bersandar pada prinsip Berpikir Pararel yang terdapat dalam Metode Horisontal. Dalam permainan ini, para anggota suatu grup akan mengetahui soal yang harus dipecahkan oleh grupnya. Kemudian masing-masing anggota di ajarkan cara menyederhanakan permasalahan yang diberikan sehingga masing-masing anggota dalam grup tersebut akan mendapatkan bagian yang harus dikerjakannya. Bagian yang harus dikerjakan oleh tiap anggota grup tersebut DAPAT diselesaikan secara bersamaan. Kemudian grup tersebut harus menyusun jawaban terhadap persoalan yang diberikan secepat mungkin bersaing dengan grup-grup yang lain.

Permainan Horisontal bertujuan untuk mendemonstrasikan Cara Berpikir Pararel, selain itu Permainan ini mengasah pemahaman setiap anggota dalam grup mengenai Konsep Asosiasi Posisi. Secara tidak langsung. Permainan ini juga akan membangun spirit ‘Team Building’ yaitu kekompakan team dalam memecahkan masalah secara bersama-sama. Karena dalam permainan ini, masing-masing anggota dalam grup mempunyai kontribusi yang jelas dalam setiap penyelesaian masalah.