| |
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS
Kami merangkum pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan, dan mencoba menjawabnya. Silakan simak penjelasan berikut ini.
|
Q: Siapa sajakah yang bisa belajar dengan
METODE HORISONTAL?
A:
Siapapun bisa belajar dengan
Metode Horisontal, mulai dari anak prasekolah (TK ke bawah) hingga pelajar
tingkat SMA dengan segala tingkat kemampuan. Setiap peserta didik akan memulai pelajarannya dari tingkat
yang tepat sesuai kemampuan masing-masing, dan selanjutnya maju secara bertahap
sesuai kemampuan yang telah terbentuk. Meskipun tidak terlambat untuk memulai
Metode Horisontal kapan pun juga, disarankan anak mulai belajar sedini mungkin
untuk mempermudah terbentuknya kebiasaan belajar yang baik. |
|
Q: Apakah tidak terlalu dini bagi anak prasekolah untuk mengikuti
METODE HORISONTAL?
A:
Kemampuan setiap
anak akan berkembang bila mereka belajar pada tingkatan yang "tepat". Pendidikan
intelektual yang dimulai sejak usia prasekolah, sangat penting untuk
mengembangkan kemampuan anak yang sebenarnya. Bila anak prasekolah mendapatkan
pelajaran yang "tepat" sesuai dengan minat dan semangat belajarnya, potensinya
akan berkembang jauh di luar perkiraan kita.
Selain itu, ketika memasuki kehidupan sekolah
yang sebenarnya (SD ke atas), mereka akan lebih mudah mengikuti pelajaran di
sekolah. Selain karena telah memiliki kemampuan belajar yang baik, dalam diri
mereka juga telah terbentuk kemampuan berkonsentrasi dan sikap belajar yang
benar.
Di Metode Horisontal, pelajaran disesuaikan
dengan kemampuan masing-masing anak, termasuk anak prasekolah. Untuk Matematika,
materi pelajaran Metode Horisontal dimulai dari pengenalan bilangan dan
konsep asosiasi posisi yang dapat diberikan kepada anak yang belum bisa
memegang pensil sekalipun, dan pelajarannya maju secara bertahap. Penyampaian
materi pengajaran pada level-level ini terutama banyak menggunakan Permainan
Horisontal, sehingga anak akan menjadi suka terhadap materi yang disampaikan
kepadanya. |
|
Q: Apakah tidak terlambat bagi siswa
SLTP/SMA untuk mengikuti
METODE HORISONTAL?
A:
Metode Horisontal memberikan pelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing
anak melalui proses penempatan yang mendalam selama tingkat PREPARATION.
Selain itu, bahan pelajarannya disusun secara efektif dan sistematis. Karena itu,
Metode Horisontal dapat diikuti oleh anak dengan segala usia dan segala tingkat
kemampuan. Mereka akan mendapatkan hasil belajar yang baik, bila belajar secara
kontinu di Metode Horisontal. Memang memulai Metode Horisontal sejak usia dini
lebih baik karena umumnya "kebiasaan belajar" akan lebih mudah terbentuk. Dengan
kata lain, tidak ada kata terlambat untuk memulai Metode Horisontal.
|
|
Q: Setelah mengikuti METODE HORISONTAL berapa lamakah akan
dirasakan hasilnya?
A:
Di Metode Horisontal, setiap anak mendapatkan materi pelajaran
yang disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing yang ditentukan selama
tingkat PREPARATION. Karena itu, tentu saja jangka waktu belajar di Metode
Horisontal berbeda-beda, tergantung kondisi setiap anak. Umumnya, bila pelajaran
mereka sudah maju 2-3 tingkat atau lebih di atas pelajaran setara tingkatan
kelasnya, mereka akan merasakan bahwa dalam diri mereka terbentuk kemampuan
aritmatika yang baik, yang
berguna untuk meningkatkan Kepercayaan Diri mereka dalam bidang Matematika. |
|
Q: Apa keunggulan METODE HORISONTAL dibandingkan
Metode SEMPOA pada umumnya?
A: Secara umum
kelebihan sistem belajar Metode Horisontal dapat dilihat dalam "Artikel
perbandingan antara Metode Horisontal dan Metode Sempoa" [Di bagian Menu
Artikel]. Jika diringkas maka ada dua kelebihan yaitu PERTAMA, dalam Metode Horisontal,
setiap anak mendapatkan program belajar yang disesuaikan dengan pelajaran yang
diterimanya di Sekolahnya masing-masing. Walaupun tujuan dari Metode Horisontal
adalah agar siswa dapat mencapai Tahap Perhitungan Mental (seperti Metode
Sempoa), mereka akan tetap dapat MENJELASKAN langkah-langkah yang diambilnya
dalam proses perhitungan karena Metode Horisontal menggunakan Simbol
Matematika seperti yang digunakan di sekolah umumnya. KEDUA Metode
Horisontal selain mengajarkan tahap Perhitungan Mental, juga selanjutnya
mengajarkan Tahap Kreatifitas, yaitu tahap dimana siswa dididik untuk
mengenal pola keteraturan yang ada dalam bilangan sehingga mereka dapat
memecahkan masalah yang berkaitan dengan Matematika dengan baik. |
|
Q: Apa yang dimaksud dengan METODE HORISONTAL menggunakan Logika Deduktif sedangkan Metode Sempoa menggunakan Logika Induktif?
A: Secara umum konsep
yang mendasari baik Metode Horisontal dan Metode Sempoa adalah sama yaitu KONSEP
ASOSIASI POSISI. Di dalam metode Sempoa, konsep asosiasi posisi ini dipelajari
secara tidak langsung dengan menggunakan media sempoa (abacus)
secara berulang-ulang sehingga dapat disebut logika induktif. Dalam Metode
Horisontal, konsep asosiasi posisi ini dipelajari secara langsung dengan
mengenalkan konsep asosiasi posisi dengan Notasi Pagar kepada para
siswanya. Metode penyampaian Notasi Pagar ini disesuaikan dengan tingkat
kemampuan anaknya, dapat dengan berbagai media permainan untuk anak-anak yang
masih kecil atau langsung menggunakan konsep matematika untuk mereka yang sudah
cukup dewasa.
|
|
Q: Apa kekurangan Logika Induktif dibandingkan Logika Deduktif dalam bidang aritmatika?
A: Kelemahan utama
aritmatika yang menggunakan logika induktif bukan terletak pada kebenaran dari
hasilnya atau kecepatan dalam menghitung tetapi terdapat pada PROSES nya. Dengan
menggunakan logika induktif, siswa tidak akan dapat menjelaskan proses
perhitungan yang ia lakukan terhadap orang lain terutama gurunya, karena jenis
logika ini tidak menggunakan simbol matematika yang diformalkan. Sedangkan dalam
logika deduktif, konsep yang paling penting dari aritmatika yaitu konsep
asosiasi posisi telah diformalkan dalam suatu simbol matematika, yaitu sebagai
notasi pagar. Kelebihan lain dari logika deduksi adalah memungkinkan
dikembangkannya formula-formula baru yang konsisten dengan konsep asosiasi
posisi dalam bidang aritmatika. |
|
Q: Mengapa METODE HORISONTAL dikatakan SELALU dapat dikembangkan lebih lanjut?
A: Metode Horisontal
didasarkan pada konsep matematika murni, yang bersifat deduktif sehingga siapa
saja dapat mengembangkan Metode Horisontal asalkan menguasai konsep dasar dari
Metode Horisontal yaitu konsep Notasi Pagar dan menguasai logika matematika
dengan baik. Dalam tingkat-tingkat advance pada Metode Horisontal, para siswa
diperkenalkan cara mengembangkan formula horisontal secara mandiri sebagai jalan
untuk melatih kreatifitas mereka sejak dini. |
|
Q: Bagaimana cara untuk memvisualisasi METODE HORISONTAL agar dapat digunakan dalam proses menghitung cepat (mencongak)?
A: Di dalam Metode
Horisontal, konsep dasar untuk menghitung cepat telah di perkenalkan secara
langsung sebagai Notasi Pagar. Sehingga proses visualisasi dalam Metode
Horisontal bersifat langsung (direct visualization) yang dilakukan
setelah siswa memahami benar konsep Notasi Pagar ini dan benar-benar telah hafal
diluar kepala penjumlahan dan perkalian dasar. Di sini, para siswa dilatih untuk
membayangkan Notasi Pagar secara tanpa tulisan. Dibandingkan dengan Metode
Sempoa, dimana para siswa diminta untuk akrab terlebih dahulu dengan Sempoa,
baru setelah itu dilatih untuk membayangkannya, Metode Horisontal mempunyai cara
pengajaran lebih langsung ke konsep utamanya yaitu Konsep Asosiasi Tempat.
Selain itu
dalam beberapa kasus,
dalam Metode Horisontal
digunakan pola-pola Horisontal yang dapat mempercepat proses perhitungan sehingga akan menghasilkan proses mencongak yang lebih cepat. |
|
Q: Di METODE HORISONTAL, mengapa anak harus mengulang bagian yang sama beberapa kali?
A: Di Metode
Horisontal, seringkali anak harus mengulang bagian yang sama, meskipun dapat
memperoleh nilai sempurna dalam sekali pengerjaan. Untuk memperoleh nilai
sempurna ini, ada anak yang memerlukan waktu yang lama, ada yang sedang-sedang
saja, dan ada pula yang dapat menyelesaikannya dalam waktu yang singkat.
Perbedaan ini akan muncul saat pelajaran anak maju ke level yang lebih tinggi.
Bila anak dapat menyelesaikan soal-soal tetapi memerlukan waktu yang lama, maka
kemungkinan besar ia akan menemui kesulitan di level-level selanjutnya.
Di Metode Horisontal, anak diharapkan selalu berada pada kondisi di mana ia
dapat mengerjakan pelajarannya dengan lancar dan tidak terbebani. Pengulangan
diberikan sebagai Proses Mekanisasi, untuk membentuk kemampuan agar anak tidak
menemui kesulitan pada level selanjutnya. |
|
Q: Di METODE HORISONTAL, mengapa anak
kadang-kadang harus membuat PR setiap minggu?
A: Dalam Metode
Horisontal, PR berfungsi
melatih anak menguasai pelajaran-pelajaran yang diterimanya sehingga
kemampuannya terbentuk dengan baik. Selain itu, PR juga melatih daya konsentrasi
serta membentuk sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Sebenarnya tidak semua
anak diharuskan untuk mengerjakan PR, hanya mereka yang benar-benar dinilai
memerlukan harus mengerjakannya untuk mencapai taraf penguasaan ilmu yang telah
ditetapkan.
Dengan mengerjakan PR, anak
akan dapat mengingat kembali materi pelajaran yang
yang telah diterimanya, sehingga kemampuannya dapat terbentuk dengan baik. Bila
tidak, anak cenderung lupa dengan materi sebelumnya, dan untuk mengingatnya
kembali diperlukan usaha yang tidak kecil. Ini membuat anak terbeban dan tidak
bersemangat belajar. Jadi, PR yang dikerjakan sedikit demi sedikit merupakan
bagian dari proses Mekanisasi untuk membentuk kemampuan aritmatika yang
luar biasa
|
|
Q: Salah satu kelebihan METODE HORISONTAL adalah berpikir secara PARAREL, apakah itu?
A: Arti Berpikir
Pararel adalah cara memproses informasi secara bersama-sama dalam SATU WAKTU.
Berpikir secara Pararel dapat dilakukan dalam Metode Horisontal karena di dalam
Metode Horisontal penyelesaian suatu masalah dapat dipisahkan menjadi beberapa
sub-masalah yang lebih sederhana sehingga masalah tersebut dapat dikerjakan
secara bersama-sama. Kelebihan ini jelas merevolusi cara perhitungan tradisional
yang selalu bersandar pada cara Berpikir Serial yaitu cara memproses informasi
satu demi satu secara berurutan. Berpikir Pararel dalam Metode Horisontal didemontrasikan secara menarik dalam bentuk PERMAINAN HORISONTAL. |
|
Q: Apakah yang dimaksud mengenai Permainan Horisontal dalam METODE HORISONTAL ?
A: Permainan
Horisontal adalah permainan yang bersandar pada prinsip Berpikir Pararel
yang terdapat dalam Metode Horisontal. Dalam permainan ini, para anggota suatu
grup akan mengetahui soal yang harus dipecahkan oleh grupnya. Kemudian
masing-masing anggota di ajarkan cara menyederhanakan permasalahan yang
diberikan sehingga masing-masing anggota dalam grup tersebut akan mendapatkan
bagian yang harus dikerjakannya. Bagian yang harus dikerjakan oleh tiap anggota
grup tersebut DAPAT diselesaikan secara bersamaan. Kemudian grup tersebut harus
menyusun jawaban terhadap persoalan yang diberikan secepat mungkin bersaing
dengan grup-grup yang lain.
Permainan Horisontal bertujuan untuk mendemonstrasikan Cara Berpikir Pararel,
selain itu Permainan ini mengasah pemahaman setiap anggota dalam grup mengenai
Konsep Asosiasi Posisi. Secara tidak langsung. Permainan ini juga akan membangun
spirit ‘Team Building’ yaitu kekompakan team dalam memecahkan masalah secara
bersama-sama. Karena dalam permainan ini, masing-masing anggota dalam grup
mempunyai kontribusi yang jelas dalam setiap penyelesaian masalah.
|
|
|
Copyright © 2006 www.sigmetris.com. All Rights Reserved. |
|