Menu Content/Inhalt
Home arrow Articles arrow Efek Negatif Perkembangan TIK Pada Perbankan Saat Ini
Efek Negatif Perkembangan TIK Pada Perbankan Saat Ini Print E-mail
Written by SIG   
Tuesday, 08 October 2013
New Page 1

LAUNCHING BUKU TERBARU 2013

 

Mengasah kemampuan daya kreativitas dapat di asah melalui media angka METRIS melalui pengenalan keteraturan pola angka secara Eksplisit hingga ImplisitTentu saja daya kreativitas via angka ini dapat berimbas ke dalam bidang ilmu lain yang ditekuninya, salah satu contoh adalah pengalaman penulis sendiri dimana mampu mengenali kelemahan sistem bunga harian yang telah berjalan selama puluhan tahun serta memberikan solusi cerdasnya. Di bawah ini akan disajikan materi seminar dan lauching buku perihal maksud kalimat di atas.

 

PEMBICARA SEMINAR PENDIDIKAN & LAUNCHING BUKU

”Cara Legal Melipatgandakan Bunga Bank & Nisbah Bank Syariah”

dan

”Solusi Cerdas Revolusi Sistem Bunga/Nisbah Perbankan”

DI FUCTION ROOM  TOKO BUKU GRAMEDIA MATRAMAN,

JAKARTA, 6 OKTOBER 2013

 

Judul:

 

EFEK NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI  PADA SISTEM BUNGA HARIAN via CARA LEGAL MELIPATGANDAKAN BUNGA BANK KONVENSIONAL

 

By. Stephanus Ivan Goenawan

 

Creator of  Metris Arithmetics and Interest Sistem

Atma Jaya University

Jend. Sudirman 51, Jakarta

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

Abstract

 

This paper describes the negative effects of ICT (Information & Comunication Technology) developments to the current system of bank interest. The weaknesses of the current bank interest rate system may cause disadvantage to the banks and give advantage to  the customers.

 

Keywords: ICT, bank, interest rate

  

 

1.Latar belakang

Pada abad teknologi informasi saat ini proses transfer dana dapat dilakukan secara Real Time Online.  Transfer Real Time Online ini dapat dilakukan pada daerah yang terletak pada wilayah waktu yang berbeda.  Fakta tersebut sebenarnya telah membuat proses sistem bunga harian menjadi punya kelemahan pada proses sistemnya.  Beberapa fakta awal yang akan melengkapi latar belakang analisa ini adalah

1.      Bunga bank saat ini dihitung secara harian, ditandai perubahan tanggal, dimana total hasilnya diberikan dan dicetak minimal satu bulan sekali.

2.      Transfer uang dapat secara online (ATM, Mobile Banking, Internet) artinya proses transfer & sampainya dapat dilakukan hampir bersamaan (kalau ada selisih waktu maka bedanya hanya beberapa detik saja).

3.      Dana transfer akan diterima & dicatat sesuai dengan waktu dan hari sesaat setelah dana transfer dikirim oleh si-pengirim.  Tentu saja waktu dan tanggal hari antara si-pengirim dan si-penerima dapat berbeda, dapat maju atau mundur, karena tergantung pada lokasi geografi dimana si-pengirim saat itu melakukan transfer dan dimana si-penerima membuka lokasi rekeningnya.

4.      Transfer online ini dapat berlaku dimanapun diseluruh dunia, bahkan bila masih dalam  sesama provider dan mata uang yang sama umumnya tidak dikenai biaya transfer.

Dari keempat fakta itulah maka sistem bunga harian jelas mempunyai kelemahan yang sangat fatal.  Karena melalui kelemahan sistem ini pihak bank atau nasabah dapat dirugikan. Sistem ini memungkinkan para nasabah mampu melipat gandakan bunga dibandingkan hak yang semestinya ia terima dari bank tersebut.

Perlu diketahui lagi bahwa sistem bunga harian adalah pemberian bunga berdasarkan perbedaan tanggal.  Sehingga bila telah terjadi perubahan tanggal maka nasabah berhak atas bunga harian tersebut.

 

2a.Jenis Transfer Real Time Online 

Jenis transfer yang dapat dilakukan secara Real Time Online (RTOL) seperti transfer melalui ATM, Phone Mobile atau Internet Banking.  Maksud dari Transaksi yang dilakukan secara Real Time Online adalah sebuah transaksi keuangan yang saling terhubung dan jeda antara proses pengiriman & penerimaan terjadi saat itu atau beda beberapa detik saja.

Sebenarnya transfer melalui ATM, Phone Mobile atau Internet Banking dapat diklasifikasikan dalam 3 jenis transfer yaitu transfer bukan RTOL, semi RTOL dan RTOL. Transfer bukan RTOL adalah transfer yang tertunda bisa hitungan jam hingga hari.  Transfer semi RTOL adalah transfer yang pengiriman uang bisa diterima saat itu namun pencatatan transaksi dibuku print out rekeningnya bukan saat itu dan bisa beda hari.  Sedangkan Transfer RTOL adalah transfer yang pengiriman uang dan pencatatan transaksi dibuku print out rekeningnya terjadi bersamaan saat itu juga.

 

2b.Letak Geografis

Pada abad teknologi informasi berkembang begitu cepat seperti saat ini maka dunia di mana kita  tinggal serasa makin sempit saja.  Sempit disini maksudnya informasi yang berada di ujung dunia akan dengan cepat, hitungan detik, mampu tersebar ke seluruh dunia.  Walaupun kecepatan informasi dalam hitungan detik tidak dapat dihindarkan lagi namun penetapan jam atau tanggal untuk setiap kawasan dengan kawasan lain di dunia ini dapat saling berbeda.

Di Negara Indonesia saja kawasannya terbagi menjadi tiga daerah waktu yang berbeda, yaitu kawasan Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur.

Dengan adanya dua fakta:

  1. Tiap kawasan dapat berbeda jam dan tanggalnya.
  2. Transaksi keuangan dapat dilakukan secara Real Time Online.

Serta bila dilihat aturan bunga perbankan yang ada saat ini di Indonesia dan di Dunia, maka sebenarnya bila dicermati dengan seksama terdapat kesalahan yang harus disadari dan diperbaiki segera oleh para perbankan bersangkutan.  Bila hal ini tidak segera di atasi maka pihak ketiga seperti para nasabah, perusahan atau perbankan lain dapat mengambil keuntungan dari kesalahan sistem yang ada pada perbankan tersebut.  Kesalahan sistem ini akan mampu membuat para nasabah memperoleh keuntungan berlipat ganda yang tentu saja merugikan bank bersangkutan.

 

3a.Tabungan Bank Konvensional

Definisi Bunga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah:

1.      Imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yang dibayar pada waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sebagai persentase dari modal pokok.

2.      Pendapatan atas setiap investasi modal.

 

3b.Jenis & Metode Perhitungan Bunga

Secara umum ada 3 metode perhitungan bunga tabungan yaitu: berdasarkan saldo terendah, saldo rata-rata harian dalam sebulan dan saldo harian. Beberapa bank menerapkan jumlah hari dalam 1 tahun 365 hari, namun ada pula yang menerapkan jumlah hari bunga 360 hari. Saat ini yang banyak digunakan bank adalah sistem perhitungan bunga saldo harian.

 

3c.Fakta & Kesalahan Sistem Bunga  Harian

Dengan adanya dua fakta yang tak mungkin dapat dihindari, yaitu:

1.      Tiap kawasan dapat berbeda jam dan tanggalnya.

2.      Transaksi keuangan dapat dilakukan secara Real Time Online.

Melalui dua fakta di atas maka sebuah sistem bunga yang hingga kini masih dipakai oleh kalangan perbankan konvensional yaitu sistem bunga harian, terdapat kesalahan.  Seturut perkembangan zaman sebenarnya sistem bunga harian saat ini sudah perlu diganti.  Kalau dahulu sebelum abad informasi berkembang begitu cepat sistem ini memang dapat dan bagus digunakan oleh kalangan perbankan.  Kesalahan pada sistem bunga harian ini dapat berujung pada kerugian pihak bank konvensional namun tidak merugikan para nasabah.

 

4a.Kelemahan Tabungan Bank Konvensional

Sebenarnya analisa kelemahan sistem ini berasal dari fakta yang sederhana bahwa yang namanya satu hari setara dengan dua puluh empat jam atau 1440 menit atau 86400 detik.  Sistem bunga harian adalah pemberian bunga berdasarkan perbedaan tanggal.  Sehingga bila telah terjadi perubahan tanggal maka nasabah berhak atas bunga harian tersebut, walaupun dapat saja terjadi kebijakan bank dalam pemberian bunga dihitung secara regular satu bulan sekali.  Untuk menganalisa secara mudah akan digunakan perbandingan dua kasus di bawah ini:

 

4b.Kasus Pertama

Misalkan si Ali mempunyai rekening di bank A. Pada tanggal 10 jam 23.00 WIB, dia  melakukan transfer via ATM sebesar sejuta rupiah ke rekening milik si Budi.  Karena sistemnya real time maka saat itu juga diterima oleh Budi.  Keesokan harinya, jam 07.00 WIB tanggal 11, uang tersebut langsung diambil melalui ATM dan digunakan oleh Budi untuk belanja kebutuhannya.

Pertanyaan sederhana yang muncul adalah apakah Budi berhak akan bunga sehari dari uang sejuta yang telah mengendap ’sehari’ dalam bank tersebut?

Dikatakan mengendap ’sehari’ karena dalam catatan transaksi terdapat selisih tanggal satu hari yaitu antara uang masuk tercatat tanggal 10 dengan uang keluar tercatat tanggal 11.

Karena Sistem yang ada menggunakan sistem bunga harian maka konsekwensi logisnya Budi akan mendapat bunga sehari dari uang sejuta rupiah tersebut.  Padahal uang sejuta rupiah yang ada pada rekening Budi ini hanya mengendap selama 8 jam saja.  Tentu saja dalam kasus pertama ini, pihak nasabah yaitu Budi mendapat keuntungan namun sebaliknya pihak Bank justru dirugikan oleh penggunaan sistem ini.

 

4c.Kasus Kedua

Misalkan si Ali mempunyai rekening di bank A. Pada dini hari tanggal 10 jam 01.00 WIB, dia  melakukan transfer via ATM sebesar sejuta rupiah ke rekening milik si Budi.  Karena sistemnya real time maka saat itu juga diterima oleh Budi.  Malam harinya, jam 21.00 WIB masih tetap tanggal 10, uang tersebut diambil melalui ATM dan digunakan oleh Budi untuk kebutuhan belanja istrinya.

Pertanyaan sederhana yang muncul adalah apakah Budi berhak mendapatkan bunga karena uang sejuta yang mengendap ditabungannya lebih lama dari pada kasus pertama?  Pada kasus pertama, uangnya hanya mengendap 8 jam dan Budi mendapatkan bunga. Pada kasus kedua uangnya mengendap lebih lama yaitu selama 20 jam, dihitung mulai dari jam 01.00 WIB hingga jam 21.00 WIB.

Karena Sistem yang ada menggunakan sistem bunga harian maka konsekwensi logisnya Budi tidak akan mendapat bunga sehari dari uang sejuta rupiah tersebut.  Hal ini dapat terjadi oleh karena dalam catatan rekening tabungan Budi, masuk dan keluarnya uang masih dalam tanggal yang sama.  Tentu saja dalam kasus kedua ini, pihak Bank A tidak memperoleh kerugian namun bila dibandingkan dengan kasus pertama pihak nasabah yaitu Budi justru dirugikan oleh penggunaan sistem ini.

 

Dari dua kasus di atas sebenarnya sudah terlihat bahwa sistem bunga berdasarkan perhitungan harian mempunyai kelemahan pada sistemnya. Bab selanjutnya akan memaparkan kelemahan sistem ini lebih lanjut.  Dengan berasumsi bahwa kelemahan sistem pada perbankan terus berlanjut maka pihak nasabah atau kompentitor bank lain dapat mengambil keuntungan dari kelemahan tersebut.

 

5.Celah Keuntungan bagi Nasabah / Kompetitor Bank lain

 

5a.Kasus Pertama: Melipat Gandakan Bunga

Pada kasus pertama ini akan diilustrasikan bagaimana nasabah Bank A agar mampu melipat gandakan hasil bunga tabungan yang akan diperoleh selama menabung dalam waktu sebulan. Sistem bunga yang digunakan oleh Bank A adalah sistem pemberian bunga yang dihitung secara harian. Sebenarnya ilustrasi ini juga dapat dilakukan oleh Perusahaan atau Bank kompetitornya. 

Misal si Budi yang tinggal di Jakarta mempunyai rekening di Bank A. Letak kota Jakarta termasuk berada di kawasan Waktu Indonesia bagian Barat (WIB).  Kemudian temannya si Ali tinggal di Pulau Bali juga mempunyai rekening di Bank yang sama yaitu Bank A.  Telah diketahui juga bahwa letak Pulau Bali termasuk berada di kawasan Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA).  Perbedaan waktu antara kawasan WIB dengan WITA adalah satu jam, dimana WITA mendahului WIB.  Misalnya kalau di Pulau Bali jam 10.00 WITA maka di Jakarta jam 09.00 WIB.

Pada kasus ini, Ali dan Budi saling kerjasama dan masing-masing bersedia untuk berkontribusi sebesar sepuluh juta rupiah.  Sehingga total dana bila dijumlahkan dari keduanya adalah dua puluh juta rupiah.

Skenarionya, misal mula-mula pada jam 21.00 WIB tanggal 1 bulan Juni, Budi mentransfer ke rekening Ali sebesar sepuluh juta rupiah.  Dengan sistem transfer yang real time, uang yang diterima Ali akan tercatat pada jam 22.00 WITA tangal 1 bulan Juni.  Kemudian dini hari jam 00.30 WITA tanggal 2 bulan Juni, Ali melakukan transfer balik ke rekening Budi sebesar 20 juta rupiah.  Karena sistem transfernya real time maka dana transfer sebesar dua puluh juta rupiah akan tercatat pada rekening Budi jam 23.30 WIB tanggal 1 bulan Juni.

Selanjutnya tugas Budi pada jam 21.00 WIB tanggal 2 bulan Juni kembali mentransfer uang sebesar dua puluh juta rupiah ke rekening Ali.  Uang tersebut akan tercatat di rekening Ali pada jam 22.00 WITA tanggal 2 bulan Juni. 

Kembali lagi pada dini hari jam 00.30 WITA tanggal 3 bulan Juni, Ali jangan lupa untuk mentransfer kembali uang sebesar dua puluh juta ke rekening Budi.  Uang tersebut akan tercatat di rekening Budi pada jam 23.30 WIB tanggal 2 bulan Juni. 

Kerjasama dengan pola transfer yang saling bolak balik ini dilakukan secara berkesinambungan dan tepat waktu.  Bila pola ini telah disepakati dilakukan selama satu bulan maka kedua belah pihak akan mendapatkan bunga sebesar dua kali lipat dari bunga nominal Bank A.  Hasil bunga dua kali lipat ini dihitung dari dana awal masing-masing nasabah yaitu sebesar sepuluh juta rupiah.

 

Contoh Perhitungan:

 

Misal Bank A memberikan bunga nominal sebesar 12% pertahun atau 1% perbulan kepada para nasabahnya. Pemisalan besarnya bunga yang dipilih sebesar ini bertujuan untuk mempermudah ilustrasi perhitungan saja dan belum tentu menunjukkan kondisi nilai bunga yang sebenarnya.

Bila tidak dilakukan kerjasama antara Ali dan Budi maka masing-masing hanya mendapatkan bunga sebesar bunga nominal yang diberikan oleh Bank A.  Besarnya bunga yang diberikan oleh Bank A adalah sebesar seratus ribu rupiah.  Hasil ini berasal dari perkalian antar bunga sebulan (1%) dengan uang mereka masing-masing sebesar sepuluh juta yang telah tersimpan selama satu bulan.

Sedangkan bila dilakukan kerjasama antara Ali dan Budi maka masing-masing dapat mendapatkan bunga sebesar dua kali bunga nominal yang diberikan oleh Bank A.  Sehingga besarnya bunga yang diberikan oleh Bank A adalah sebesar dua ratus ribu rupiah.  Hasil ini berasal dari perkalian antara dua kali bunga sebulan (2Ă—1%) dengan uang mereka masing-masing sebesar sepuluh juta yang telah tersimpan selama satu bulan.  Sebenarnya hasil di atas lebih tepat diperoleh dari perhitungan perkalian antara bunga sebulan (1%) dengan jumlahan total uang mereka berdua sebesar dua puluh juta rupiah yang telah tersimpan selama ”satu bulan”.

Melalui cara kerjasama seperti di atas maka Ali dan Budi telah mampu melipat gandakan hasil bunga tabungan yang seharusnya dia peroleh dari Bank A.  Selanjutnya akan diilustrasikan bagaimana caranya membuat hasil bunga menjadi triple atau tiga kali lipat dibandingkan nilai bunga nominal.

 

 

5b.Kasus Kedua: Melipat Tigakan Bunga

Pada kasus kedua ini akan diilustrasikan bagaimana para nasabah Bank A agar mampu melipat tigakan hasil bunga tabungan yang akan diperoleh selama menabung dalam waktu sebulan.  Sistem bunga yang digunakan oleh Bank A adalah sistem pemberian bunga yang dihitung secara harian. Tentu saja sebenarnya ilustrasi ini juga dapat dilakukan oleh Perusahaan atau Bank kompetitornya. 

Misal si Candra yang tinggal di Jakarta mempunyai rekening di Bank A. Letak kota Jakarta termasuk berada di kawasan Waktu Indonesia bagian Barat (WIB).  Kemudian dua temannya si Budi tinggal di Pulau Bali dan si Ali yang tinggal di Papua juga mempunyai rekening di Bank yang sama yaitu Bank A.  Telah diketahui juga bahwa letak Pulau Bali termasuk berada di kawasan Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA).  Sedangkan letak Papua termasuk berada di kawasan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). 

Perbedaan waktu antara kawasan WIB dengan WITA adalah satu jam, dimana WITA mendahului WIB.  Sedangkan perbedaan waktu antara kawasan WITA dengan WIT juga satu jam, dimana WIT mendahului WITA.  Oleh karena itu secara tidak langsung dapat kita ketahui bahwa perbedaan waktu antara WIB dengan WIT adalah dua jam, dimana WITA mendahului WIB.

Misalnya kalau di Jakarta jam 10.00 WIB maka di Pulau Bali jam 11.00 WITA.  Demikian juga kalau di Bali jam 11.00 WITA maka di Papua jam 12.00 WIT.  Sehingga dapat disimpulkan juga apabila di Jakarta jam 10.00 WIB maka di Papua jam 12.00 WIT.

Pada kasus ini, ketiganya yaitu Ali, Budi dan Candra saling kerjasama dan masing-masing bersedia untuk berkontribusi sebesar sepuluh juta rupiah.  Sehingga total dana bila dijumlahkan dari ketiganya adalah tiga puluh juta rupiah.

Skenario kerjasamanya, misal mula-mula pada jam 21.00 WIB tanggal 1 bulan Juni, Candra mentransfer ke rekening Ali sebesar sepuluh juta rupiah.   Dengan cara yang sama pada jam 22.00 WITA tanggal 1 bulan juni, Budi juga mentransfer ke rekening Ali sebesar sepuluh juta rupiah. Nah, dengan sistem transfer yang telah real time maka kedua uang transfer yang diterima Ali akan tercatat pada jam 23.00 WIT tangal 1 bulan Juni.

Kemudian dini hari jam 00.30 WITA tanggal 2 bulan Juni, Ali melakukan transfer balik ke rekening Budi sebesar 30 juta rupiah.  Karena sistem transfernya real time maka dana transfer sebesar tiga puluh juta rupiah akan tercatat pada rekening Budi jam 23.30 WITA tanggal 1 bulan Juni.

Selanjutnya pada dini hari jam 00.30 WITA tanggal 2 bulan Juni, Budi melakukan transfer ke rekening Candra sebesar 30 juta rupiah.  Karena sistem transfernya real time maka dana transfer sebesar tiga puluh juta rupiah akan tercatat pada rekening Candra jam 23.30 WIB tanggal 1 bulan Juni.

Setelah menerima transfer dari Budi lalu tugas Candra pada jam 21.00 WIB tanggal 2 bulan Juni kembali mentransfer uang sebesar tiga puluh juta rupiah ke rekening Ali.  Uang tersebut akan tercatat di rekening Ali pada jam 23.00 WIT tanggal 2 bulan Juni. 

Proses akan kembali lagi seperti di atas yaitu pada dini hari jam 00.30 WIT tanggal 3 bulan Juni, Ali jangan lupa untuk mentransfer kembali uang sebesar tiga puluh juta ke rekening Budi.  Uang tersebut akan tercatat di rekening Budi pada jam 23.30 WITA tanggal 2 bulan Juni. 

 

Selanjutnya juga jangan lupa bahwa pada dini hari jam 00.30 WITA tanggal 3 bulan Juni, Budi melakukan transfer ke rekening Candra sebesar 30 juta rupiah.  Dana transfer sebesar tiga puluh juta rupiah akan tercatat pada rekening Candra jam 23.30 WIB tanggal 2 bulan Juni.

 

Kerjasama dengan pola transfer yang saling bolak balik ini dilakukan secara berkesinambungan dan tepat waktu.  Bila pola ini telah disepakati untuk dilakukan selama satu bulan maka ketiga belah pihak akan mendapatkan bunga sebesar tiga kali lipat dari bunga nominal Bank A.  Hasil bunga tiga kali lipat ini dihitung dari dana awal masing-masing nasabah yaitu sebesar sepuluh juta rupiah.

 

Contoh Perhitungan:

 

Misal Bank A memberikan bunga nominal sebesar 12% pertahun atau 1% perbulan kepada para nasabahnya. Pemisalan besarnya bunga yang dipilih sebesar ini bertujuan untuk mempermudah ilustrasi perhitungan saja dan belum tentu menunjukkan kondisi nilai bunga yang sebenarnya.

Bila tidak dilakukan kerjasama antara Ali, Budi dan Candra maka masing-masing hanya mendapatkan bunga sebesar bunga nominal yang diberikan oleh Bank A.  Besarnya bunga yang diberikan oleh Bank A adalah sebesar seratus ribu rupiah.  Hasil ini berasal dari perkalian antar bunga sebulan (1%) dengan uang mereka masing-masing sebesar sepuluh juta yang telah tersimpan selama satu bulan.

 

Sedangkan bila dilakukan kerjasama antara Ali, Budi dan Candra maka masing-masing dapat mendapatkan bunga sebesar tiga kali bunga nominal yang diberikan oleh Bank A.  Sehingga besarnya bunga yang diberikan oleh Bank A adalah sebesar tiga ratus ribu rupiah.  Hasil ini berasal dari perkalian antara tiga kali bunga sebulan (3Ă—1%) dengan uang mereka masing-masing sebesar sepuluh juta yang telah tersimpan selama satu bulan.  Sebenarnya hasil di atas lebih tepat diperoleh dari perhitungan perkalian antara bunga sebulan (1%) dengan jumlahan total uang mereka bertiga sebesar tiga puluh juta rupiah yang telah tersimpan selama ”satu bulan”.

Melalui cara kerjasama seperti di atas maka Ali, Budi dan Candra telah mampu melipat tigakan hasil bunga tabungan dibandingkan dengan yang seharusnya dia terima dari Bank A.

 

Selanjutnya agar kita mampu melipat gandakan bunga nominal menjadi berlipat-lipat hingga mencapai dua puluh empat kali dapat dilakukan mirip prosedur sebelumnya.  Dengan persyaratan sistem transfer yang digunakan pada kedua puluh empat kawasan yang berbeda waktunya dapat dilakukan secara Real Time Online.  Tentu saja juga perlu diperhatikan kalau ada biaya transfernya agar tidak boleh lebih besar dari hasil bunga perharinya.  Namun dalam dunia yang semakin terkoneksi melalui perkembangan teknologi digital yang begitu pesat tentu saja biaya transfer akan makin rendah bahkan bebas biaya. 

 

Bahkan dapat saja terjadi cara melipat gandakan bunga untuk mengambil gain yang besar dapat diterapkan oleh pesaing bisnis Bank bersangkutan. Karena suatu Bank atau perusahaan tertentu bisa saja menciptakan suatu program software yang dapat bekerja secara otomatis guna mengambil keuntungan dari kelemahan sistem perbankan yang ada saat ini.

Bila tidak segera disadari oleh kalangan perbankan maka apabila sistem bunga harian ini terus dibiarkan akan memberikan kerugian yang besar atau boleh jadi Bank dapat saja mengalami kerugian saat tutup buku.

 

6.Kesimpulan

 

Kelemahan dari sistem bunga perbankan akan makin merugikan banyak bank apabila domisili bank tersebut berada di negara sedang berkembang.  Hal ini dikarenakan  tingkat inflasi pada sebagian besar negara sedang berkembang umumnya sangat tinggi di atas lima persen (>5%) pertahun, sehingga untuk mengimbanginya maka kalangan perbankan akan memberikan bunga tabungan bagi para nasabahnya diatas lima persen pertahun.  Fakta seperti inilah yang akan membuat perbankan harus membayar bunga yang tinggi untuk para nasabah yang telah mengetahui kelemahan sistem bunga harian perbankan tersebut.  Misal untuk kondisi di Negara Indonesia saja yang wilayahnya terbagi menjadi tiga daerah waktu yang berbeda maka perbankan berpotensi membayar bunga ke para nasabahnya bisa sebesar tiga kali lipat dari yang semestinya.  Misal bila bunga nominal hariannya adalah lima persen pertahun maka para nasabah dengan memanfaatkan cara yang telah dijelaskan di atas (Metris Ways) akan mampu melipat gandakan menjadi tiga kali lipat atau sebesar lima belas persen pertahun.

 

7.Daftar Pustaka

1.      SIG, Cara Legal Melipatgandakan Bunga Bank & Nisbah Bank Syariah, Penerbit Puspa Swara, 2013.

2.      SIG, Proses Sistem Nisbah & Bunga Metris, Paten 00019.

3.      http://www.bi.go.id/

4.      http://www.bmg.go.id

5.      http://sentot.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2647/Perhitungan+Bunga+Tabungan.pdf

6.      Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 2, No. 2, Nopember 2000: 162 – 173 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra.

7.      e-book judul Perbankan Syariah pkes publishing 2008

8.      http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_zona_waktu

9.      http://id.wikipedia.org/wiki/Zona_waktu

 


 

 

 

 
< Prev   Next >