Menu Content/Inhalt
Home arrow Articles arrow Koran Berani : Tokoh
Koran Berani : Tokoh Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 12 March 2009

Koran Berani ·  Rabu, 20 Desember 2006

Tokoh : Stephanus Ivan Goenawan

Penemu Metode Horisontal Matematika

            Bosan dengan metode matematika yang diajarkan oleh gurunya.  Dari situlah Stephanus Ivan Goenawan (32) memulai usahanya menemukan cara baru dalam pelajaran matematika.  Sejak SMP, ia mencari sendiri metode yang lebih cepat dan praktis.  Usahanya membuahkan hasil berupa Metode Horisontal (disingkat jadi Metris).  Kini bersama rekannya, Alexander Agung, ia telah menyusun sebuah sistem (modul) untuk belajar Metris.  Dengan demikian, guru lain bisa mempelajarinya juga.

 

Metris itu apa?

Metris pada dasarnya proses perhitungan aritmatika dasar seperti perkalian atau penjumlahan.  Namun cara penghitungannya dilakukan secara mendatar, dari kiri ke kanan dengan Notasi Pagar.  Bukan ke bawah seperti yang selama ini diajarkan di sekolah.

Apa istimewanya Metris?

Dengan metode ini, soal perkalian, penjumlahan atau pembagian dapat dilakukan dengan lebih cepat, berapapun jumlah digitnya.  Metris mampu mempuat pola-pola dalam operasi hitung itu.

Lama tidak untuk mempelajari Metris?

Sampai saat ini, Bapak baru memberikan pelatihan kepada guru-guru atau orangtua.  Bapak berharap mereka bisa menularkan langsung kepada siswa atau anaknya.  Tapi rencananya Metris ini akan dibuat bukunya.

Liputan: eno


_______________________________________________________________________

Koran Berani · Rabu, 3 Januari 2007

Tokoh : Alexander Agung

Mengajar Matematika harus Menarik

Kamu masih ingat dengan Metris (Metode Horisontal). Inilah metode perhitungan matematika dengan cara mendatar (baca BERANI 20/12). Alexander Agung (28) adalah orang yang ikut mengembangkan Metris bersama Ivan Goenawan. Lulusan Matematika dari ITB ini, sempat mendapat beasiswa S2 di Jerman. Kini ia menjadi pengajar di sebuah perguruan tinggi di Jakarta Selatan.

Apakah Metris untuk perhitungan matematika kuadrat saja?

Oh, tidak. Metris juga bisa untuk soal penjumlahan dan pembagian. Di Metris, pelajaran matematika disampaikan dengan sebuah permainan. Misalnya Puzzle Sigmetris.

Bagaimana cara bermainnya?

Kita mencari bilangan yang tepat dalam kotak-kotak di puzzle. Misalnya, di puzzle ada 9 kotak, 3 kotak telah terisi masing-masing satu bilangan. Nah kita harus mengisi kotak yang masih kosong dengan satu bilangan. Bilangan yang diisi diambil dari bilangan satu sampai dengan sembilan.

Pelajaran Matematika jadi mengasyikkan ya, Pak?

Sebaiknya matematika memang harus diajarkan secara menarik. Jadi murid-muridnya senang, kalau sudah senang pasti tertarik untuk mendalami Matematika. Ini Bapak alami dulu.

Bagaimana ceritanya?

Waktu di SD Maria Purworejo, Jateng, guru matematika suka memberi hadiah untuk murid yang bisa menjawab pertanyaan. Mulanya bapak giat belajar matematika, biar dapat hadiah. Tapi lama-lama bapak jadi jatuh cinta dengan matematika.

Jadi, guru matematika harus bagaimana?

Guru harus bisa memotivasi siswa untuk belajar matematika. Selain itu, pelajaran di kelas bisa dilakukan dengan cara active learning,  maksudnya murid harus aktif belajar di kelasnya.

Liputan: eno

 

Last Updated ( Thursday, 12 March 2009 )
 
< Prev   Next >