Menu Content/Inhalt
Home arrow Articles arrow MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MATEMATIKA
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MATEMATIKA Print E-mail
Written by Alexander   
Wednesday, 22 April 2009
Salah satu masalah dalam pembelajaran matematika yang sering dikeluhkan oleh para guru dan masyarakat adalah rendahnya hasil belajar siswa. Secara teoritis, hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
 
Yang termasuk faktor internal adalah :
•    faktor fisiologis (misalnya ketahanan fisik) 
•    faktor psikologis (misalnya motivasi siswa)
 
Sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah
•    faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum dan model pembelajaran).
 
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan Matematika, kita perlu memperbaiki keduanya baik faktor internal maupun faktor eksternal. Tetapi yang relatif mudah diperbaiki adalah faktor eksternal ini. Sehingga artikel ini hanya akan membahas faktor eksternal ini.
 
Faktor - faktor eksternal dalam urutan prioritas untuk diperbaiki adalah sebagai berikut:

1. Guru (Teacher)

2. Kurikulum (Curriculum)

3. Atmosfer Akademik (Academic Atmosphere)

4. Sumber Keilmuan (Academic Resource)
 
 
Berikut ini uraian dari Faktor Eksternal tersebut di atas:

1. Guru (Teacher)

Siswa mempelajari matematika melalui pengalaman pengajaran yang disediakan oleh gurunya. Sehingga guru harus tahu dan benar-benar memahami matematika yang mereka ajarkan serta memahami bagaimana cara siswanya mempelajari matematika sehingga dapat memotivasi mereka dalam membentuk kebiasaan belajar yang efektif dan efisien.

Memang tidak ada suatu standar yang baku dalam mengajar matematika, tetapi guru perlu mengukur apakah cara mereka mengajar sudah benar-benar efektif sesuai dengan siswa yang dihadapinya pada saat tertentu. Selain mengajar, guru juga bertanggung jawab dalam membangun atmosfer akademik di dalam kelas. Atmosfer ini sebenarnya bertujuan untuk membentuk Karakter siswa terutama berkaitan dengan nilai-nilai akademik utama yaitu sikap Ilmiah dan Kreatif. Guru perlu menekankan nilai-nilai inti yang berhubungan dengan pengembangan sikap Ilmiah dan Kreatif dalam setiap tugas yang diberikan kepada siswanya, dalam membimbing siswa memecahkan suatu persoalan atau juga dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa.


2. Kurikulum (Curriculum)

Kurikulum di sini bukan sekedar kumpulan aktifitas saja, ia harus koheren antara aktifitas satu dengan yang lain, berfokus pada hal-hal yang penting dalam matematika dan dapat diimplementasikan dengan baik dalam berbagai alternatif cara pengajaran. Matematika adalah subjek yang saling berkaitan satu dengan yang lain dan bersifat kumulatif. Oleh karena itu, kurikulumnya harus sedemikian rupa menunjukkan saling keterkaitan ini yang bukan berarti menjejali siswa dengan bejibum materi-materi matematika yang malah membuat bingung siswa tersebut. Dengan memahami hubungan yang erat antara beberapa ide-ide matematika yang penting, tentunya siswa akan memahami matematika lebih mendalam dan dapat mengembangkannya sendiri.

Perlu ditekankan bahwa Kurikulum tersebut harus fokus pada Materi yang penting dalam matematika, yaitu matematika yang dibutuhkan siswa untuk kelangsungan hidupnya dan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan mereka dalam melanjutkan studinya. Dalam pendidikan dasar,

Dalam kurikulum ini juga harus diperhatikan bagaimana menjaga agar materi-materi yang diberikan dapat menantang siswa sehingga tidak membuat mereka merasa bosan dengan pengulangan-pengulangan materi saja. Tentu saja hal ini bukan berarti merubah-rubah topik yang ada tetapi lebih kepada pada penggunaan berbagai alternatif cara pembelajaran untuk memperdalam suatu topik atau mengaplikasikan suatu topik matematika pada berbagai masalah riil yang relevan.


3. Atmosfer Akademik (Academic Atmosphere)

Atmosfer Akademik bertujuan untuk membentuk Karakter siswa terutama berkaitan dengan nilai-nilai akademik utama yaitu sikap Ilmiah dan Kreatif. Atmosfer ini dibangun dari interaksi antar siswa, dari interaksi antara siswa dengan guru, interaksi dengan orang tua siswa dan juga suasana lingkungan fisik yang diciptakan.

Yang menjadi menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana membangun sikap Ilmiah dan Kreatif ini dalam kegiatan operasional pendidikan sehari-harinya? Untuk ini kita perlu menyadari nilai-nilai inti yang harus ditanamkan ke semua komponen yang terlibat dalam kegiatan pendidikan yang diselenggarakan.

Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang menghargai hasil-hasil intelektual baik yang berasal dari dirinya sendiri maupun orang lain, disamping kritis dalam menerima hasil-hasil intelektual tersebut. Sedangkan Sikap kreatif disini mempunyai maksud sikap untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan memecahkan soal dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri. Untuk membangun Sikap Ilmiah perlu ditanamkan nilai KEJUJURAN (honesty), dan nilai KEKRITISAN (skeptics). Sedangkan untuk membangun Sikap Kreatif perlu ditanamkan nilai KETEKUNAN (perseverence), dan nilai KEINGINTAHUAN (curiosity)

Selanjutnya nilai-nilai inti ini perlu diterjemahkan dalam berbagai kode etik yang menjadi pedoman dalam kegiatan operasional pendidikan sehari-hari, seperti larangan keras mencontek, dorongan untuk mengemukakan pendapat dan pertanyaan, penghargaan atas perbedaan pendapat, penghargaan atas kerja keras, dorongan untuk memecahkan soal sendiri, keterbukaan untuk dikoreksi dst. Aktifitas-aktifitas ini selanjutnya harus dilakukan setiap hari dan terus dipantau perkembangan oleh mereka yang diberi kewenangan penuh.

4. Sumber Keilmuan (Academic Resource)

Sumber Keilmuan disini adalah berupa prasarana dalam kegiatan pengajaran, yaitu Buku, Alat Peraga dan Teknologi. Semua hal ini harus dapat dieksploitasi dengan baik untuk mendukung setiap proses pengajaran dan juga dalam membangun atmosfer akademik yang hendak diciptakan. Siswa dapat memperdalam matematika lebih mendalam jika mereka tahu bagaimana cara menggunakan teknologi ini dengan benar, contohnya mereka dapat menguji jawabannya dengan mudah, dapat mengabstraksi dengan mudah pola-pola bilangan atau geometri yang muncul dsb.

Last Updated ( Wednesday, 22 April 2009 )
 
< Prev   Next >